Bulan Mei kemarin kami pergi liburan ke Gyeongju. Rasanya jarang sekali bisa melihat hamparan padang seluas ini di Korea. 🫨

Sore itu sambil jalan-jalan di Hwangnidan-gil, kami mencari bar yang tenang dengan nuansa hanok untuk tempat minum pertama malam itu, dan menemukan bar bernama "Gidungjip" (artinya "Rumah Tiang")! Suasana hanok secara keseluruhan dan bisa makan mungtigi (daging sapi tartare khas Gyeongsang) membuat kami langsung tertarik untuk datang.
Berikut review lengkap kunjungan kami ke Gidungjip!
Menu
Menu Gidungjip berfokus pada makanan pendamping minum bergaya Korea seperti mungtigi daging sapi Korea, daging brisket mentah, daging rebus iris, dan hot pot sundae gopchang.
Kami memesan platter setengah mungtigi setengah daging brisket mentah!
Setengah Mungtigi Setengah Daging Brisket Mentah

Mungtigi adalah bahasa dialek Gyeongsang untuk yukhoe (daging sapi mentah ala Korea), dan teksturnya benar-benar kenyal dan segar! Daging brisket mentah juga disajikan bersama dalam platter setengah-setengah, keduanya berkualitas tinggi dan sangat cocok dimakan dengan soju.
Porsinya terasa seperti untuk 2 orang, pas untuk berdua sambil minum. Makan mungtigi dalam suasana hanok memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda dari bar biasa!
Hot Pot Sundae Gopchang
Kami juga memesan hot pot sundae gopchang bersama platter mungtigi, dan kombinasinya luar biasa! Karena daging brisket mentah cenderung berlemak, kuah pedas yang hangat jauh lebih cocok dibanding kuah ringan ala nabe Jepang.
Sundae (sosis darah Korea) dan gopchang (usus) porsinya banyak dan kualitasnya bagus. Porsi hot pot sekitar 2–3 orang, pas untuk berdua dimakan bersama camilan lainnya. Satu teguk kuah pedas ditambah satu gelas soju, puas banget!

Kami juga mencoba Chamsoju, rasanya lebih ringan dan bersih dibanding Chamisul.
Suasana Gidungjip
Interior
Sesuai dengan namanya yang berarti "Rumah Tiang", ruangan ini sangat mempertahankan nuansa arsitektur hanok.
Secara keseluruhan cukup tenang, sangat cocok untuk kencan sambil minum. Saat kami datang ada satu meja rombongan sekitar 6 orang, tapi tetap tidak terlalu berisik — suasana tenang dan santai tetap terjaga.

Sebagian besar meja untuk 2 orang, dengan sekitar 3–4 meja untuk 4 orang. Untuk rombongan 6 orang ke atas, pemilik akan menggabungkan meja.
Eksterior
Bagian luar juga tenang. Lokasinya sedikit masuk dari jalan utama Hwangnidan-gil, jadi tidak ramai. Tampilan hanok-nya cantik sekali, bikin penasaran bahkan sebelum masuk!

Di sudut restoran ada spot estetik kecil yang lucu juga. 😄
Waktu Tunggu
Kami datang sekitar pukul 8 malam hari Jumat dan langsung masuk tanpa antre! Tapi mulai pukul 9 malam, pengunjung mulai berdatangan — kebanyakan sepertinya datang untuk tempat minum kedua.
Kalau mau datang sebagai tempat minum pertama, tiba antara pukul 7 sampai 8 malam seharusnya bisa dapat tempat dengan nyaman. Kami juga datang sebagai tempat pertama dan timingnya pas banget!
Fasilitas Gidungjip
Toilet
Toilet ada di luar restoran. Keluar dari pintu masuk dan belok kanan, langsung ketemu, jadi tidak sulit ditemukan.
Parkir
Sepertinya tidak ada tempat parkir khusus. Jalan di depan restoran cukup sepi, jadi orang-orang parkir di pinggir jalan.
Area Merokok
Tidak ada area merokok khusus — beberapa pengunjung merokok di depan restoran.
Kalau kamu ingin menikmati minum dengan tenang sambil merasakan suasana hanok di Hwangnidan-gil Gyeongju, sangat direkomendasikan Gidungjip! Terutama mungtiginya yang segar dan kenyal — kalau sudah di Gyeongju, rasanya wajib coba mungtigi setidaknya sekali.
Sangat direkomendasikan untuk dikunjungi!


